Minggu, 20 Mei 2012

Klasifikasi pada Turbin Uap


Nah pada postingan kali ini temanya ng’ jauh beda sama yang sebelumnya. Temanya masih sama dengan yang kemaren yaitu tentang Turbin Uap. Pada saat ini sangat tertarik mempelajari mesin uap. Dari sejarah prinsip kerja dan yang baru saya pelajari yaitu tipe-tipe dari mesin uap itu sendiri. Saya telah mempelajari klasifikasi-klasifiakasi mesin uap dari beberapa referensi.  Mudah-mudahan postingan saya bermanfaat dan terimakash yang telah membacanya.




Klasifikasi Turbin Uap
Turbin uap dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori yang berbeda-beda, tergantung dari konstruksi, panas jatuh yang dihasilkan, keadaan mula-mula dan akhir dari uap, penggunaan dalam industri serta jumlah tingkat yang ada padanya.

  • Berdasarkan jumlah tingkat
  1. Turbin uap dengan satu tingkat tekanan dengan satu atau beberapa tingkat kecepatan,biasanya menghasilkan tenaga kecil. Banyak digunakan pada kompresor sentrifugal,blower dan lain-lain. 
  2. Turbin uap dengan beberapa tingkat tekanan, turbin ini dibuat dengan beberapa macam variasi dari kapasitas besar sampai kapasitas kecil.
  • Berdasarkan aliran uap
  1. Turbin axial yaitu suatu turbin dimana uap masuk ke sudu jalan dengan poros turbin 
  2. Turbin radial yaitu dimana suatu aliran uap masuk ke sudu jalan tegak lurus terhadap poros turbin. Biasanya beberapa turbin satu atau lebih dengan tingkat tekanan rendah dibuat secara aksial.
  • Berdasarkan jumlah silinder
  1. Turbin dengan satu silinder 
  2. Turbin dengan dua silinder 
  3. Turbin dengan tiga silinder dan lain-lain.
  • Berdasarkan pengaturan cara masuknya Uap
  1. Turbin dengan pengatur katub (throttle), uap baru masuk ke sudu jalan di atur oleh satuatau beberapa katub. 
  2. Turbin dengan pengatur pipa pemancar, dimana uap baru masuk melalui dua atau beberapa alat pengatur yang dipasang secara berderet-deret. 
  3. Turbin dengan pengatru terusan, dimana setelah uap baru masuk ke sudu jalan di teruskan ke sudu yang lain, bahkan sampai beberpa tingkat berikutnya.
  • Berdasarkan prinsip kerja dari uap
  1. Turbin aksi, dimana energy potensial uap direubah menjadui tenaga kinetis di dalam sudu tetap dan sudu jalan ernerggi kinetic di ubah menjadi energy mekanik 
  2. Turbin reaksi aksial, pengembangan uap dilakukan di dalam sudu tetap dan sudu jalan, keduanya diletakkan dan sama luasnya. 
  3. Turbin reaksi radial tanpa beberapa sudu antar tetap. 
  4. Turbin reaksi radial yang mempunyai sudu antar tetap.
  • Berdasarka proses panas jatuh
  1. Condensing turbin dengan generator, pada turbin ini tekanan uap yang kurang dari satu atrmosfer dimasukan ke dalam kondensor. Disamping itu uapa juga dikeluarakan dari tingkat perantara untuk pemanasan air penambah. Turbin dengan kapasitas yang kecil pada perencanaan mulanya sering tidak mempunyai regenerator panas. 
  2. Condensing turbin dengan satu atau dua tingkat penurunan perantara pada tekanan spesifik untuk keperluan pemanasan dan industri. 
  3. Trusbin tekanan akhir atau back pressure turbin, dimana pengeluaran uap dipakai untuk tujuan industri dan pemanasan. 
  4. Topping turbin, turbin ini seperti type pressure back turbine dengan perbedaaan bahwa pengeluaran uao dari turbin ini juga digunakan dalam medium dan turbin dengan  tekananrendah. 
  5. Turbin tekanan rendah (tekanan pengeluaran rendah), dimana pengeluaran uap dari mesin uap torak, hammer uap, press uap dipakai untuk menggerakkan generator. 
  6. Mix pressure turbine (turbine dengan tekanan campuran), dengan dua atau tiga tingkat tekanan, dengan mengganti uap yang keluar padanya dengan uap baru pada tingkat perantara.
  • Berdasarkan kondisi tekanan uap yang masuk pada turbin
  1. Turbin tekanan rendah (1,2 sampai 2 atm) 
  2. Turbin tekanan menengah (penggunaan uap sampai 4 atm). 
  3. Turbin tekanan tinggi, pemakaian uap di atas 40 ata 
  4. Turbin tekanan sangat tinggi pemakaian uap sampai tekanan 170 ata dan suhu 5500C 
  5. Turbin dengan tekanan super, dimana penggunaan uap dengan tekanan 225 dan di atasnya.
  • Berdasarkan penggunaan dalam Industri
  1. Turbin stasioner dengan kecepatan konstan, untuk penggerak altenator. 
  2. Turbin stasioner dengan variasi kecepatan untuk menggerakkan turbo blewer, pompa dan lain-lain. 
  3. Turbin non-stasioner dengan variasi kecepatan, biasanya dipakai pada kalap, lokomotif dan lain-lain.
Dalam pembagian turbin biasanya hanya di dasarkan pada prinsip kerja dari uap saja.
Pembagian ini meliputi dua hal, yaitu turbin aksi dan turbin reaksi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar