Sabtu, 26 Mei 2012

CFD Mekanika Fluida 17 April 2012


Nah pada tanggal 17 april 2012, saya kelompok 14 diajarkan ilmu yang baruoleh bapak Ahmad Indra. Ilmu yang sangat berguna nantinya selepas kami lulus S1 di Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Kami diajarkan CFD yang mana ilmu ini merupakan simulasi aliran fluida. Pada hari selasa kami belajar di gedung GK lantai 2, didampingi oleh Asisten.
Pada hari itu kami mendiskusikan Aliran Aliran Pada pipa. Yang tujuannya untuk mempelajari fenomena yang terjadi ketika suatu fluida mengalir didalam pipa. Maka dilakukan dimulasi dengan menggunakan CFDSOF.
Berikut langkah kerjanya:

1.  Bembuka CFDSOF

   
  
 2. Mengatur domain
Mengarut domain adalah cara kita untuk membentuk pipanya. Maksud gambar, Dimensi adalah ukuran dari tiap cell. Setelah itu jumlah cell adalah ukuran dari pipa. Lebih jelasnya akan di tampilkan gambar yang lebih jelas

3. Atur Cell
Gambar di bawah ini adalah hasil kita mengatur domain tadi. Trus kita lanjutkan proses selanjutnya dengan mengatur bagian aliran masuk dan aliran pipa keluar.


 4. Proses selanjutnya adalah mengatus kondisi sempadan di mana inlet 1 diberi tekanan 5 Pa. yaitu dengan cara klik input, klik KS dan pilih tekanan akan keluar table seperti ini.

 

 5. Proses selanjutnya adalah mengatus kondisi sempadan di mana inlet 2 diberi tekanan 0 Pa. yaitu dengan cara klik input, klik KS dan pilih tekanan akan keluar table seperti ini. Sehingga terdapat perbedaan tekanan 5 pa.


 6. Setelah kita mengatur KS maka kita mengatur KF . Caranya adalah sebagai berikut.
Pada CFDSOF kita ketik in, ketik kf, ketik dn, kita pakai dn bawaan, trus kita ketik vs dan kita pakai vs bawaan.
 
7 . Setelah itu kita iterasi dan akan mendapatkan hasil seperti ini 


 
Diperbesar


Nah pada hasil dari simulasi dapat dibuktikan bahwa aliran fluida di dalam pipa membentuk kontur eksponensial di mana kecepatan yang paling besar dibagian tengah dan bagian tepi lebih kecil karena adalanya gesekan. hal itu terlihat dari kontur warna merah pada bagian tengah pipa.

Fakta lain yang sesuai dengan teori adalah, suatu fluida dapat mengalir apabila terdapat perbedaan tekanan. Hal itu terlihat dengan inlet 1 yang memiliki tekanan 5 Pa dan nilai tersebut lebih besar daripada tekanan pada inlet 2 yaitu 0 Pa. Hal itu membuktikan bahwa perbedaan tekanan menyebabkan terbentuknya aliran fluida.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar